fbpx

Mendengarkan: Bagian Penting Dalam Kehidupan

Sudahkah Kamu Menemukan Sosok Pendengar?

Mendengarkan adalah keahlian langka yang dapat dimiliki oleh orang dewasa. Saat ini, dengan kemajuan teknologi yang semakin pesat. Terkadang ada saat di mana kita berpikir dan merasa bahwa sampai sekarang diri ini masih belum bisa menemukan kebahagiaan. Merasa terjebak dalam kesepian yang sangat mendalam walaupun berada di antara hingar-bingarnya dunia. Di tengah ramainya kehidupan, kita tetap merasa sendirian. Seringkali muncul keinginan untuk berbagi, bercerita kepada seseorang mengenai masalah yang tak kunjung bisa kita selesaikan. Walaupun dengan setulus hati ingin berbagi, seringkali bukanlah pencerahan yang kita dapatkan, melainkan justru perasaan engganlah yang muncul ke permukaan. Umumnya hal ini terjadi karena mereka, sosok pendengar yang ada di depan kita, sudah terlebih dahulu membandingkan persoalan hidup yang kita keluhkan dengan persoalan hidup yang sedang dia rasakan sekarang. 

Bukankah aku hanya menambah beban yang dia rasakan jika bercerita tentang masalah-masalah yang ada? Apakah masalahku sebenarnya memang tidak penting dan hanya akulah yang lemah dalam menyelasaikannya? Tidakkah sebaiknya aku diam dan memilih memendam semuanya sendirian?

Mungkin itulah pertanyaan yang muncul dalam benak ketika kita sedang kurang beruntung untuk menemukan seorang pendengar. Karena itu, memiliki sosok teman yang bersedia “mendengarkan” kita, adalah berkah tersendiri dan sesuatu yang hampir semua orang inginkan. 

Jadi, sudahkah Anda sekalian menemukan sosok pendengar tersebut? Jika belum, mari kita bahas bagaimana caranya mengenal sosok pendengar yang baik pada artikel kali ini. 

Mendengar VS Mendengarkan

Tidak bisa kita sangkal, sebagai makhluk sosial, dalam menghadapi setiap persoalan kehidupan yang datang kita juga butuh akan saran dan bantuan dari seseorang. Bantuan itu bukan hanya dalam bentu materi, melainkan bisa berupa waktu dan kesempatan untuk bercerita dan benar-benar didengarkan walaupun sebentar saja.

Sosok teman sekaligus pendengar yang baik memang terkadang sangat jarang bisa kita temukan. Hal ini tentu beralasan, karena pada dasarnya, pekerjaan “mendengarkan” juga bukan perkara yang mudah. Tidak semua orang dapat melakukannya dengan maksimal. Butuh kesabaran, latihan dan niat 100% untuk membiasakan diri mendengarkan orang lain serta menaruh empati yang cukup. “Mendengarkan” memang berbeda dengan sekedar “mendengar”.

Jika mengintip dalam KBBI, “mendengar” berarti kegiatan dimana telinga manusia hanya sebatas mampu menangkap suara atau bunyi. Sedangkan “mendengarkan”, lebih dari itu. Di dalamnya terdapat serangkaian kegiatan dimana kita dapat mendengar suara atau kata-kata yang disampaikan oleh orang lain, kemudian memberikan perhatian dan membuka hati dengan sungguh-sungguh terhadap apa-apa yang sedang orang lain sampaikan atau bicarakan. Dengan demikian, mendengarkan tidak hanya menggunakan telinga, melainkan juga menggunakan hati dan pikiran.

Dalam memahami lebih jauh mengenai “mendengar” dan “mendengarkan”, kita bisa mengintip sedikit kalimat menenangkan yang disampaikan oleh Jiddu Krishnamurti, seorang filsuf kenamaan dan penulis yang sering sekali memberikan ceramah bijak mengenai kehidupan. Kalimat menenangkan ini berbunyi,

“When you are listening to somebody, completely, attentively, then you are listening not only to the words, but also to the feeling of what is being conveyed. To the whole of it, not part of it”.

“Ketika Anda mendengarkan seseorang, sepenuhnya, dengan penuh perhatian, maka Anda tidak hanya mendengarkan kata-kata, tetapi juga perasaan dari apa yang disampaikan secara keseluruhannya, dan tidak hanya sebagiannya.”

Mendengarkan memang jauh lebih rumit dari sekedar apa yang terlihat. Mendengarkan juga membutuhkan usaha lebih banyak untuk memahami apa yang orang lain ingin katakan dan apa yang tidak (tersurat dan tersirat).  

Menjadi Sosok Pendengar yang Baik

Menjadi sosok pendengar yang baik pada dasarnya adalah pekerjaan yang sangat bermanfaat. Hal ini karena dengan mendengarkan kisah dan pengalaman yang diceritakan orang lain, dapat membantu kita mengetahui lebih banyak tentang sisi kehidupan, memperluas sudut pandang, dan tumbuh menjadi manusia yang jauh lebih peka. 

Menjadi pendengar yang baik juga sebenarnya membantu kita untuk sukses dalam berbagai hal. Mulai dari pekerjaan, karir, hubungan asmara, dan juga hubungan dengan anggota keluarga. Bersedianya kita untuk sungguh-sungguh mendengarkan keluh-kesah yang orang lain rasakan, ternyata juga bisa membantu mereka menemukan kekuatan untuk terus melangkah ke depan. Beruntungnya bertemu dengan sosok pendengar yang baik, juga bisa mengubah beban berat yang ada dalam diri kita jadi terasa lebih ringan. 

Berikut adalah beberapa langkah yang dapat kita lakukan untuk mulai menjadi sosok pendengar yang baik dan menyenangkan: 

1. Luruskan Niat, Kuatkan Tekad

Niat adalah pondasi utama dalam melakukan sesuatu. Apapun yang kita niatkan 100% tentu akan kita usahakan dengan tekad yang kuat. Begitupun ketika meniatkan diri untuk menjadi pendengar yang baik, maka sudah seharusnya kita membuka diri dan hati untuk mendengarkan orang lain, juga merespon mereka dengan penuh pengertian dan perhatian. 

2. Hindari Memotong Pembicaraan Walaupun Sesaat

Menjadi pendengar yang baik berarti harus mampu mengerti dan memahami orang-orang dengan baik pula. Karena itu, untuk menjadi pendengar yang baik kita harus bisa memastikan bahwa saat sedang mendengarkan siapapun lawan bicara yang ada, kita benar-benar dalam kondisi pikiran yang terbuka dan tidak penuh dengan prasangka. Dengan demikian, maka kita tidak mudah memotong atau menyela pembicaraan orang lain.

Tidak memotong pembicaraan bukan berarti kita harus diam dan tidak memberikan respon atas setiap kalimat lawan bicara. Lebih dari itu, dalam penjelasan ini menginginkan kita untuk mampu memahami timing yang pas dan sesuai untuk memberikan respon terhadap pembicaraan yang sedang berlangsung. 

3. Tunjukkan Ketulusan dan Ambil Pelajaran

Menjadi pendengar yang baik artinya kita bisa memahami perasaan orang lain yang sedang terlibat dalam pembicaraan. Karena itu, tumbuhkan rasa empati dan pahami bahwa bisa saja suatu hari nanti kita sendiri berada dalam posisi orang lain yang sedang kita dengarkan. Tunjukkan perasaan yang tulus, lakukan kontak mata dengan baik dan ambil pelajaran akan setiap hal yang disampaikan dalam pembicaraan. 

Mendengarkan pada dasarnya adalah kegiatan yang menyenangkan namun memang sukar dan tidak mudah untuk dilakukan. Dalam kehidupan sehari-hari, kita juga lebih sering mendengar daripada mendengarkan. Karena itulah, tidak ada salahnya jika mulai dari sekarang kita senantiasa belajar untuk terbiasa menjadi pendengar yang benar-benar mendengarkan. Kita bisa mulai belajar dengan menjadi pendengar yang baik untuk diri sendiri terlebih dahulu, barulah kemudian menyiapkan diri untuk menjadi pendengar yang baik bagi orang lain. Dengan menjadi pendengar bagi orang lain, maka selanjutnya Anda juga akan menemukan sosok pendengar yang baik untuk diri Anda sendiri.

Semoga bermanfaat. Baca artikel kami yang lainnya pada link berikut ini.

Open chat
Halo, Saya Admin KLTC
Ada yang bisa kami bantu?