fbpx

Anak-Anak Butuh Afirmasi: Ini Cara Membuat Anak Anda Senang

Siapkah Anda Menjadi Orang Tua?

Anak adalah titipan berharga yang Tuhan berikan, dan harus dijaga oleh setiap keluarga, khususnya orang tua. Bagi seorang anak, keluarga adalah sekolah utama. Pengetahuan dan pemahaman mereka mengenai segala hal yang ada di dunia ini dapat terbentuk karena keluarga. Tugas orang tua sebagai role model sekaligus figur otoritas pertama dalam mengenalkan banyak hal kepada anak, tentu cukup kompleks. Karena itulah, orang tua perlu untuk belajar dan mempersiapkan diri mereka sedini mungkin. 

Membahas mengenai persiapan menjadi orang tua, pemahaman tentang pola asuh adalah salah satu bekal wajib yang harus kita miliki. Setiap orang tua pasti mempunyai penerapan pola asuh yang berbeda-beda. Meski demikian, setiap orang tua punya tujuan & harapan yang sama, yaitu agar anak mereka bisa bahagia. Mempunyai kehidupan yang lebih baik di masa depan. Namun, apakah semua hasilnya memang demikian? Jawabannya bisa jadi ya, bisa jadi tidak. 

Apakah Anak-Anak Selalu Senang?

Sejauh ini, apakah kita merasa bahagia dengan pola asuh yang telah atau sedang orang tua kita terapkan? Mungkin sebagian dari kita bisa menjawab ya, tapi tidak perlu heran jika ada yang menjawab tidak. Bagi sebagian anak yang beruntung dan menemukan kehidupan keluarga dengan pola asuh yang sesuai, mungkin dengan senang hati sekarang mereka akan mengucapkan banyak terima kasih karena sejauh ini sudah berhasil tumbuh dengan baik tanpa luka pengasuhan yang membekas sepanjang usia. Namun, bagi mereka, anak-anak yang tumbuh dengan banyaknya trauma atau kenangan pengasuhan yang kurang menyenangkan mungkin memilih untuk mengumpat, diam atau pergi, mengobati diri sendiri sampai hidup terasa lebih adil. 

Bukanlah hal yang mustahil sebenarnya, jika ternyata anak yang sejatinya mempunyai fitrah baik dapat tumbuh dengan perilaku-perilaku yang berbeda dan melakukan pemberontakan. Hal ini tentu dapat terjadi apabila pola asuh yang orang tua terapkan teryata tidak sesuai dengan apa yang anak butuhkan dan inginkan. Pemaksaan, pola asuh otoriter dan toxic parenting dapat menjadi boomerang bagi kebahagiaan dan kesehatan mental anak. Karena itu, penting untuk selalu sadar bahwa sikap, perkataan maupun perbuatan anak, kurang lebihnya adalah gambaran dari apa yang kita lakukan. 

What you put into your child is what you’re going to get out of your child. If they only hear negative comments about themselves, they will actually begin to display more and more of those negative traits. 

Bagaimana Cara Membuat Anak-Anak Senang?

Selain memberikan pola asuh yang sesuai dengan kebutuhan maupun keinginan anak, salah satu cara yang bisa kita lakukan untuk membuat mereka tumbuh menjadi pribadi yang baik, sehat dan bahagia adalah dengan mengajarkan mereka tentang self-love dan menerima setiap keunikan yang ada pada diri sendiri. Dalam aktivitas sehari-hari kita bisa mengajarkan anak untuk berpikir positif serta memberikan penghargaan akan prestasi yang mereka capai dalam setiap fase pertumbuhan. 

Prestasi di sini tentu bukan hanya soal ekspektasi mengenai prestasi akademik, rangking dan sebagainya. Lebih dari itu, prestasi yang berupa kemampuan anak dalam menaklukkan ragam tantangan yang harus dihadapi baik di rumah, sekolah, lingkungan pertemanan dan sebagainya. Sama halnya dengan kita sebagai orang dewasa yang senang mendapatkan perhatian, pujian dan respon yang baik, anak-anak juga memiliki sisi tersebut dalam diri mereka. Komentar positif atau pujian dapat membantu menjaga kesehatan mental serta mengarahkan pola pikir anak pada growth mindset atau pemikiran yang bertumbuh. 

Bayangkan betapa luar biasa bahagianya jika anak-anak mendapatkan komentar positif akan setiap penghargaan dan hal-hal baik yang telah mereka lakukan. Anak-anak pasti akan lebih percaya dan yakin terhadap diri mereka sendiri, sehingga dengan begitu tentu mereka juga akan percaya dan mencintai kita sebagai orang tua. Tidak ada kata terlalu muda untuk mulai mengajari anak-anak mengenai cara terbaik untuk mencintai dan memberikan apresiasi positif terhadap diri sendiri serta orang lain. 

Setiap Anak-Anak Membutuhkan Afirmasi Positif

Memberikan perhatian dan apresiasi terhadap pencapaian yang telah anak raih dapat beragam bentuknya. Meski umumnya berupa materi atau hadiah, namun ada juga yang berupa pelukan dan pujian. Pujian atau statement positif yang sifatnya membangun dan memotivasi anak disebut dengan positive affirmations. 

Positive affirmations atau afirmasi positif dapat membantu anak menjadi lebih percaya dan meghargai diri mereka sendiri. Afirmasi positif dapat diperoleh seorang anak dari significant others yang ada disekitarnya dan diterapkan sebagai self-talk secara mandiri. Penting untuk melatih anak melakukan afirmasi positif atau self-talk. Hal ini karena pesan-pesan yang sudah tersampaikan kepada diri sendiri memiliki dampak yang luar biasa dalam menciptakan kebahagiaan.

Melansir dari salah satu artikel pada situs mightier.com. Kata-kata atau pesan yang kita kirimkan kepada diri sendiri dapat mempengaruhi cara kita merasa, berpikir dan bertindak. Dalam teori cognitive behavioral therapy juga terdapat pernyataan bahwa anak yang memiliki kebiasaan untuk melakukan self-talk dan mendapatkan positive affirmations akan lebih bahagia dan mampu meng-handle stress yang mereka rasakan. Mereka juga memiliki growth mindset dan mampu melawan pikiran-pikiran negatif yang seringkali datang. 

Jadi, sebagai orang tua, penting sekali untuk memperhatikan pesan atau komentar yang akan kita berikan kepada anak. Apabila anak mendapatkan komentar atau apresiasi yang baik dan membangun, tentulah perilaku mereka akan mengarah kepada hal baik pula. Sebaliknya, apabila seringkali kita memberikan komentar yang jahat atau keras terhadap anak, maka jelas luka pengasuhanlah yang sedang kita ciptakan. 

So, always remember that, 

“The way we talk to our children becomes their inner dialogue.” ~ Peggy O’Mara

Kunjungi dan baca artikel kami lainnya pada link berikut ini. Sampai jumpa!

Open chat
Halo, Saya Admin KLTC
Ada yang bisa kami bantu?