Kode Etik Praktisi Hypnosis & Hypnotherapy


Pendidikan
– Seorang Hypnotherapist harus telah menyelesaikan suatu program studi dari lembaga yang beroperasi secara sah.
– Harus senantiasa membekali diri dengan materi keilmuan dan inovasi di bidang pendidikan secara berkelanjutan melalui berbagai pelatihan, buku, artikel, jurnal ilmiah, dll.

Lingkup Praktek
– Wajib mematuhi semua, undang-undang Negara terkait dan peraturan tentang praktik Hypnosis dan atau Hypnotherapy.
– Kecuali memenuhi syarat untuk melakukannya dengan peraturan lain, seorang terapis harus menghindari penggunaan bahasa psikologi atau obat ketika bekerja dengan klien, kecuali dalam hal-hal yang eksplisit sebagai arahan dari institusi kesehatan mental atau medis profesional yang berlisensi.
– Menghindari hal-hal yang bersifat vulgar, tidak pantas, bernada seksual, merendahkan atau memalukan citra, pada saat klien berada pada kondisi Hypnosis.

Periklanan

– Setiap iklan Hypnosis atau Hypnotherapy layanan terkait, disajikan secara faktual dan etis. 
– Hanya profesional yang terlatih yang dapat memberikan pelayanan Hypnosis bersama dengan profesional atau spesialisasi lain.
– Tidak diperkenankan menyebarkan klaim palsu atau hal yang melebih-lebihkan tentang Hypnosis / Hypnotherapy, tetapi akan mencoba sebisa mungkin untuk menginformasikan dan mendidik masyarakat dengan perspektif yang benar tentang Hypnosis/Hypnotherapy.

Profesionalisme
– Harus melakukan sesi secara profesional.
– Harus memiliki sikap bertanggung jawab dalam mempertahankan nama baik Hypnosis dan Hypnotherapy.
– Harus mempertahankan sikap profesional terhadap profesi lain mengekspresikan pandangan berbeda pada Hypnosis.
– Harus menetapkan dan memelihara catatan yang tepat diperlukan untuk sebuah praktek profesional.
– Tidak boleh terjadi hubungan di luar profesional diantara Hypnotherapist dan klien-nya selama sesi Hypnosis dan untuk jangka waktu minimal 2 tahun setelah hubungan profesional berakhir

Teknis Praktek yang disarankan
– Sebelum masuk ke dalam suatu hubungan profesional, terapis harus mengungkapkan kepada klien tentang Pengertian Hypnosis, Tujuan Hypnosis, Panjang sesi terapi yang dibutuhkan dan Potensi biaya terapi.
– Pelayanan tidak boleh diberikan sampai terjadi kesepakatan dari klien.
– Berakhirnya hubungan profesional antara terapis dengan klien dapat terjadi apabila klien merasa tidak lagi memperoleh manfaat dari layanan lanjutan yang diberikan.
– Tidak disarankan memberikan layanan Hypnotherapy apabila anggota merasa tidak memiliki keyakinan kesembuhan kepada Klien

Kerahasiaan
– Semua hal antara terapis dan Klien bersifat rahasia. Tidak ada pihak ketiga akan memiliki akses ke informasi yang diberikan kepada terapis oleh Klien.
Pengecualian :
– Jika Klien telah memberikan izin tertulis untuk membocorkan informasi pribadi;
– Klien memiliki kehidupan yang berisiko apabila menahan informasi pribadi, atau
– Klien berkaitan dengan kasus hukum tertentu

Arahan
– Jika selama sesi penyembuhan, diperoleh informasi bahwa klien sebaiknya berkonsultasi dengan profesional lainnya yang sesuai, maka sesi akan berakhir, namun arahan atau konsultasi dapat tetap dilakukan jika diminta oleh Klien.
– Ketika terapis merekomendasikan bahwa klien berkonsultasi dengan kolega atau perawatan kesehatan profesional lainnya, terapis, sebaiknya menyediakan kepada klien dengan tiga atau lebih nama yang direkomendasikan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Halo, Saya Admin KLTC
Ada yang bisa kami bantu?
Powered by